Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah 1 Lantai Per Meter yang Benar
- adminweb
- December 25, 2025
- Uncategorized
- 0 Comments
Cara menghitung biaya bangun rumah 1 lantai per meter dapat dijadikan acuan untuk bayangan kasar berapa budget yang harus dikeluarkan. Sebelum memilih desain interior maupun eksterior rumah, perhitungan biaya sebaiknya didahulukan terutama untuk hal-hal prioritas. Berikut panduan menghitung biaya serta contoh kasar agar Anda punya gambaran.
Daftar Isi
Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah 1 Lantai per Meter dan Simulasinya
Luas bangunan (m2) x Harga per m2 = Total biayaSebelum menghitung, tentu Anda perlu mengetahui dulu berapa luas bangunan yang dimiliki (60 m2/80 m2/100 m2 atau lainnya). Setelah itu pastikan kelas atau kualitas rumah, apakah sederhana/ekonomis atau menengah atau premium/mewah sebagai penentu harga per meter. Estimasi biaya dasar baru didapat setelah mengalikan luas dan harga per meternya. Asumsikan Anda berencana membangun rumah 1 lantai menengah dengan luas 80 m2 dengan estimasi biaya Rp 4.000.000. Perhitungan menurut rumus di atas maka akan seperti berikut:
Total biaya = 80 x 4.000.000 = Rp 320.000.000 (jika dana cadangan 10%, maka total biaya menjadi Rp 352.000.000)Penghitungan tidak sampai di situ, sebab sangat disarankan agar Anda menyiapkan juga dana cadangan sebesar 10-20% untuk berjaga-jaga. Selain mengantisipasi adanya biaya tidak terduga, dana ekstra yang Anda siapkan bisa untuk finishing tambahan. Selain itu Anda kemungkinan juga membutuhkannya untuk biaya perizinan hingga instalasi listrik/air dan lainnya.
Kelas/Kualitas | Estimasi Biaya per m2 |
Sederhana/hemat/ekonomis | Rp 3.000.000-4.000.000 |
Menengah | Rp 4.500.000-6.500.000 |
Premium/mewah | Rp 6.500.000-10.000.000 |
Panduan cara menghitung biaya bangun rumah 1 lantai per meter penting untuk Anda ketahui agar dapat melakukan penghitungan sendiri. Berikut adalah estimasi biaya bangun rumah standar 1 lantai dengan masing-masing komponen pentingnya per m2.
Komponen | Estimasi Biaya per m2 |
Pondasi atau struktur bangunan | Rp 1.200.000-2.000.000 |
Dinding dan plesteran (tergantung jenis material yang dipakai, tapi umumnya berupa bata merah atau bata ringan) | Rp 500.000-800.000 |
Atap dan rangka penutup (umumnya berupa rangka baja ringan atau genteng beton/metal) | Rp 500.000-900.000 |
Pintu dan jendela (sudah termasuk kusennya) | Rp 300.000-700.000 |
Lantai dan finishingnya (umumnya menggunakan keramik atau granit) | Rp 300.000-700.000 |
Kamar mandi standar | Rp 8.500.000-15.000.000 |
Instalasi listrik | Rp 150.000-300.000 |
Instalasi air dan sanitasi | Rp 150.000-300.000 |
Tenaga kerja/borongan | Rp 150.000-200.000 / Rp 1.200.000-2.000.000 |
Total: | Rp 3.000.000-4.000.000 (tergantung kualitas material dan jasa kontraktor yang dipakai dan belum termasuk dana cadangan) |
Strategi Menentukan Spesifikasi Material Sejak Tahap Perencanaan
1. Mencatat Kebutuhan Material dan Anggarannya
Cara menghitung biaya bangun rumah 1 lantai per meter standar juga termasuk dengan kebutuhan material. Jika Anda tahu apa yang dibutuhkan dan membuat prioritasnya, akan lebih mudah mengatur anggaran supaya tidak lebih dari yang disiapkan. Buat daftar seluruh material mulai dari struktur utama hingga lantai dan dinding serta atap dan finishing.
Cara ini efektif untuk mengontrol biaya supaya tidak keluar jalur dan Anda tidak perlu panik harus menyiapkan dana tambahan. Tidak memiliki skala prioritas untuk material menjadi faktor yang kerap memicu pemborosan pada proyek pembangunan rumah. Namun jangan juga memilih material asal murah, tetap pilih yang bagus sesuai kebutuhan dan budget Anda.
2. Menentukan Material yang Sesuai dengan Lingkungan
Jika Anda tinggal di wilayah beriklim tropis yang tingkat kelembapannya tinggi atau bercurah hujan tinggi, jangan pilih material murahan. Pilih material yang cocok dengan cuaca dan lingkungan tempat tinggal Anda serta pastikan anti-rayap dan anti-lembap. Pilih juga material yang kuat terhadap risiko gempa agar tidak perlu khawatir soal perbaikan.
3. Memastikan Material Kuat dan Punya Standar Teknis
Ketika pakai material seperti besi atau beton dan pasir, Anda perlu mengetahui apakah ketiganya memenuhi standar teknis. Spesifikasi teknis yang dimaksud adalah material tahan tekanan dan dijamin kekuatannya sehingga struktur bangunan nantinya tidak gampang roboh. Kekuatan struktural perlu diperhatikan agar tidak ada biaya ekstra di masa mendatang.
Ketika sudah tahu rumus cara menghitung biaya bangun rumah 1 lantai per meter, pilih material kuat tapi tidak terlalu murah. Harga material yang murahnya tidak masuk akal hanya akan merugikan Anda ke depannya karena biasanya tidak memenuhi standar teknis. Ada risiko besar bangunan jadi mudah rusak dan Anda harus keluar biaya besar untuk renovasinya.
4. Menentukan Material Finishing dan Penutup Sesuai Konsep Hunian
Supaya tidak boros anggaran di kemudian hari, dari awal seluruh material harus dipertimbangkan baik-baik, seperti halnya untuk atap. Anda memiliki opsi antara beton atau metal hingga spandek dan genteng tanah liat yang bisa dipilih sesuai gaya rumah. Lantai pun demikian, dari sekian banyak pilihan jenis material Anda sebaiknya sesuaikan dengan fungsi ruangan.
Lantai untuk area basah tentu harus yang anti-licin agar menjamin keamanan penghuni saat memakai ruangan tersebut. Biasanya opsi material paling bagus dan populer untuk lantai adalah keramik atau vinyl walau ada juga yang lebih menyukai granit. Untuk pintu dan jendela beserta kusen, kayu solid atau aluminium paling banyak dipilih tergantung selera Anda.
5. Merencanakan Penyimpanan Material
Umumnya, penting untuk membeli lebih dulu material struktur dan dasar meski tidak langsung digunakan. Anda perlu menyimpannya dulu secara benar dan kemudian beralih ke tahap finishing agar tidak menjadi faktor pengganggu pengerjaan. Agar siap dengan potensi kenaikan harga material atau kebutuhan tambahan tak terduga, siapkan dana cadangan.
6. Memahami Pentingnya Perencanaan Material
Perencanaan dan penentuan material dari awal membantu Anda mengetahui cara menghitung biaya bangun rumah 1 lantai per meter dengan benar. Penentuan material yang tepat tidak hanya membuat Anda terhindar dari konflik dan perubahan spesifikasi di tengah proyek. Cara ini juga meminimalisir risiko kerusakan yang otomatis membutuhkan biaya besar.
Memilih material secara bijak sesuai budget tapi juga tetap berkualitas dapat membantu memastikan struktur utama bangunan aman. Jika fondasi tidak ada masalah karena material kuat, Anda sebagai penghuni rumah pasti akan lebih tenang dan nyaman. Selain rumah lebih tahan lama, estetika pun tetap bisa diperoleh dari lantai hingga atap dan finishingnya.
Baca Juga Rincian Biaya :
Bangun Rumah 1 Lantai Berkualitas dan Hemat Sejak Awal? Garis Studio Jawabannya!
Sedang bingung mulai dari mana merencanakan pembangunan rumah 1 lantai karena belum ada pengalaman sebelumnya? Garis Studio dapat Anda jadikan mitra dalam berdiskusi soal desain rumah yang diinginkan hingga perihal biaya proyek awal sampai akhir. Penghitungan biaya oleh tim kami dijamin transparan dan pemilihan material pun berkualitas tanpa boncos.
Garis Studio hadir sebagai jasa bangun rumah yang siap mendampingi Anda sejak perhitungan biaya bangun rumah 1 lantai per meter hingga proyek selesai sepenuhnya. Hubungi tim kami di 0822-1111-7071 atau melalui email ke sales@garisstudio.co.id untuk konsultasi gratis. Pengaturan RAB dijamin tetap realistis tapi tidak membuat kantong Anda jebol dan pengerjaan pun selesai tepat waktu tanpa ribet.
Seberapa bermanfaatkah postingan ini?
Klik bintang untuk menilainya!
Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0
Belum ada suara sejauh ini! Jadilah yang pertama menilai posting ini.
We are sorry that this post was not useful for you!
Let us improve this post!
Tell us how we can improve this post?
