Biaya Arsitek Bangun Rumah Berdasarkan Tipe dan Ukuran Bangunan
- adminweb
- biaya arsitek
- 0 Comments
Biaya arsitek bangun rumah tidak selalu bikin dompet menjerit seperti kebanyakan orang pikirkan dan duga. Baik dihitung berdasarkan persentase dari biaya pembangunan total maupun per meter atau paket, belum tentu hasilnya semahal yang Anda bayangkan. Agar lebih jelas dalam persiapan anggaran, berikut gambaran umum biaya yang Anda bisa lihat.
Daftar Isi
Perkiraan Biaya Arsitek Bangun Rumah Berdasarkan Tipe dan Ukuran Hunian
Tarif jasa arsitek beragam dan biasanya ditentukan oleh luas lahan atau bangunan yang hendak Anda bangun. Semakin besar rumah tentu akan semakin mahal jasa arsiteknya, termasuk jika Anda memilih desain yang lebih kompleks. Berikut bayangan perkiraan biaya untuk desain rumah sederhana atau tipe rumah kecil sampai yang kompleks dan besar.
| Tipe/Ukuran | Estimasi Biaya |
| Rumah sederhana atau rumah tinggal biasa dengan tipe 36-45 m2 | Rp 100.000-250.000 per m2 |
| Rumah menengah dengan desain lebih kompleks | Rp 250.000-350.000 per m2 |
| Rumah besar atau mewah (termasuk rumah custom) multi lantai dengan luas lebih dari 200 m2 | Rp 400.000-700.000 per m2 atau lebih |
| Paket desain saja | Rp 5.000.000-100.000.000 (tergantung luas dan jenis layanan) |
| Rumah 1 lantai sederhana-menengah | Rp 150.000-250.000 per m2 |
| Rumah 2 lantai standar- menengah | Rp 250.000-350.000 per m2 (desain dan gambar kerja) |
Walau lahan atau bangunan tidak terlalu luas, biaya arsitek untuk rumah 1 atau 2 lantai berpotensi meningkat atau tidak terjangkau. Hal ini kembali lagi pada tingkat kompleksitas desain, karena rumah kecil pun dapat dibangun dengan desain kompleks. Bentuk sederhana lebih murah, sedangkan bentuk lebih detail dan mewah atau custom lebih mahal.
Anda mungkin masih cukup bingung terkait berapa biaya arsitek bangun rumah kecil sampai besar atau sederhana sampai mewah. Jika demikian, mari ambil contoh perhitungan nyata sebagai berikut supaya Anda dapat menentukan anggaran mulai dari sekarang.
- Asumsikan Anda bangun rumah 36 m2 dan tarif arsitek Rp 200.000/m2, maka artinya biaya desain Rp 7.200.000.
- Jika bangun rumah 2 lantai 200 m2 dengan tarif arsitek Rp 300.000/m2, maka biayanya Rp 70.000.000.
- Jika bangun rumah besar 250 m2 dan tarif arsitek Rp 400.000/m2, maka biaya totalnya Rp 100.000.000.
Kesimpulannya, pembangunan rumah standar dan minimalis kemungkinan besar hanya memerlukan budget sekitar Rp 15-25 juta untuk tarif arsitek. Namun jika ingin desain mewah dengan detail rapi atau bahkan tertarik ingin dibuatkan desain custom, siapkan anggaran lebih besar. Minta rincian layanan dan tarif dari jasa arsitek langsung agar lebih jelas.
Pentingnya Memahami Scope Kerja Arsitek secara Jelas bagi Klien
1. Meminimalisir Risiko Perluasan Tugas di Luar Kesepakatan
Apakah tahu istilah scope creep atau adanya perluasan tugas yang terjadi tiba-tiba membuat arsitek kelimpungan karena tambahan layanan? Pengambilan keputusan sepihak oleh klien seperti ini bisa cukup mengesalkan karena proyek bisa meluas di luar rencana. Adanya scope yang jelas dan persetujuan dari awal membantu menjaga batas layanan yang diterima.
2. Membantu Memperkirakan Total Biaya Jasa
Total biaya arsitek bangun rumah dapat diketahui melalui pemahaman scope kerja arsitek secara jelas., termasuk hitungan material dan tenaga kerja. Justru melalui scope ini, Anda jadi lebih mudah dalam mengetahui perhitungan biaya secara realistis dan menghindari biaya tersembunyi. Biasanya dengan daftar layanan jelas sejak awal tidak akan ada biaya ekstra di akhir.
3. Menghindari Kesalahpahaman Akibat Miskomunikasi
Scope pekerjaan arsitek secara tertulis lebih baik daripada non-tertulis demi mengingatkan klien detail layanan yang didapat. Apa saja yang termasuk dalam layanan dan apa saja yang tidak akan mudah diketahui sehingga Anda boleh berekspektasi. Bila tidak tahu scope kerja arsitek, kesalahpahaman bisa terjadi dan memengaruhi tanggung jawab proyek.
4. Memberi Dasar Hukum pada Kontrak Kerja
Saat Anda memutuskan untuk bekerja sama dengan sebuah jasa arsitek, pembuatan kontrak kerja itu adalah hal yang bijak. Memasukkan scope kerja detail arsitek ke dalam kontrak menjadi acuan hukum untuk memperjelas hak dan kewajiban arsitek maupun klien. Hal ini meliputi deliverables hingga batas layanan dan sistem pembayaran agar semua pihak aman.
5. Memberi Perlindungan pada Nilai Kerja Arsitek
Kejelasan scope dari awal juga otomatis menjadi suatu jalan untuk melindungi dan menghormati kinerja dan nilai-nilai performa arsitek. Nilai jasa mereka akan terjaga sehingga mereka tidak sembarang memberi revisi tanpa dibayar atau melakukan hal-hal di luar persetujuan bersama. Pemahaman scope oleh klien adalah cara menghargai profesionalisme arsitek.
6. Memudahkan Pembagian Peran dan Tanggung Jawab
Biaya arsitek bangun rumah kecil maupun besar tidak sekadar pembayaran untuk desain atau gambar kerja. Proyek arsitektur pada dasarnya juga melibatkan pihak lain seperti interior dan struktur hingga MEP dan lainnya. Dengan scope jelas sejak awal justru menguntungkan bagi semua pihak karena pembagian peran dan tanggung jawab lebih terkoordinasi.
7. Memudahkan Pembuatan Timeline Proyek
Jika Anda telah mengetahui scope kerja arsitek, lebih mudah dan cepat dalam penetapan fase hingga milestone dan durasi pengerjaan proyek. Penyusunan jadwal dan tenggat waktu (dari memulai proyek sampai penyelesaian) akan jauh lebih terstruktur. Pemantauan timeline proyek juga lebih lancar sehingga ketepatan waktu selesainya konstruksi lebih terjamin.
8. Menjadi Dasar untuk Permintaan Layanan Tambahan
Bila Anda telah memahami scope pekerjaan arsitek dan kedua pihak sudah memasukkannya ke kontrak kerja, ini meminimalkan ekspektasi implisit. Bahkan ketika Anda ingin adanya tambahan layanan atau sedikit perubahan dari kesepakatan awal, dokumen scope dapat membantu. Nantinya Anda perlu membuat persetujuan ulang sekaligus biaya ekstra.
9. Memahami Peran Arsitek
Scope pekerjaan memperjelas juga peran arsitek karena banyak orang menganggap arsitek dan kontraktor itu sama. Banyak pula pemikiran bahwa arsitek bertanggung jawab atas struktur dan kelistrikan bangunan hingga interior dan manajemen proyek. Padahal arsitek hanya melakukan tugas tergantung persetujuan dengan klien, membedakannya dari kontraktor.
10. Menghindarkan dari Konflik yang Tidak Perlu
Tidak hanya soal kisaran biaya arsitek bangun rumah serta perannya, scope pekerjaan memastikan hak dan kewajiban klien maupun arsitek. Hal ini memperkecil peluang adanya perselisihan atau konflik di tengah atau akhir proyek antara klien dan arsitek. Dengan begini, proyek dapat berjalan tanpa drama atau hal-hal yang tidak perlu sampai selesai.
Baca Juga : Berapa Biaya Jasa Arsitek dan Kontraktor Tipe Rumah Cluster?
Garis Studio sebagai Solusi Jasa Arsitektur dan Kontraktor Hunian Nyaman Berkualitas
Membangun rumah merupakan sebuah keputusan besar dengan banyak detail yang harus dipikirkan secara matang. Mengerjakan semua sendiri tentu akan merepotkan dan membuat Anda membuang banyak waktu daripada mengandalkan jasa arsitek rumah profesional. Apa yang paling Anda butuhkan, Garis Studio sanggup memenuhinya secara profesional.
- Desain rumah (konsep desain sampai dengan denah dan 3D rendering hingga gambar kerja lengkap)
- Desain interior
- Kontraktor bangunan (menyediakan material premium tim ahli paling kompeten dan berpengalaman serta standar berkualitas tinggi)
- Renovasi rumah (pengubahan rumah lama menjadi lebih fungsional dan modern tanpa mengesampingkan estetika atau keseimbangan visual)
Mulai dari konsep desain sampai perhitungan rincian biaya arsitek bangun rumah bisa Anda diskusikan langsung bersama kami. Hubungi Garis Studio di 0822-1111-7071 dan kami siap menjadi mitra terbaik dalam merencanakan pembangunan rumah impian Anda.
Seberapa bermanfaatkah postingan ini?
Klik bintang untuk menilainya!
Peringkat rata-rata 5 / 5. Jumlah suara: 1510
Belum ada suara sejauh ini! Jadilah yang pertama menilai posting ini.
We are sorry that this post was not useful for you!
Let us improve this post!
Tell us how we can improve this post?
